Kamis, 17 November 2011

jujur dalam bekerja

Di manapun Anda bekerja pasti akan selalu dihantui berbagai macam persoalan. Tak mengherankan, jika banyak pekerja kerap melontarkan keluhan. Masalahnya, keluhan-keluhan ini tidak akan menyelesaikan problem di kantor, malah justru membuat Anda makin tertekan yang bisa menimbulkan stres berat.
Sering kali kita komplain terhadap beban pekerjaan yang diberikan kepada kita, padahal tanpa kita sadari hal tersebut akan menambah berat bagi kita dalam menyelesaikannya, disinilah peran hati yang iklas dibutuhkan. Sebab orang yang iklas itu adalah orang yang berkarakter kuat, sikapnya tidak tergantung oleh ada atau tidaknya pujian maupun penghargaan manusia.
Bekerja dengan hati nurani, kecerdasan dan kejujuran. Sudahkah kita berdoa tiap hari sebelum memulai pekerjaan? suatu pekerjaan akan lebih efektif jika di mulai dengan doa yang pada akhirnya akan menghasilkan sesuatu yang baik pula, suasana hati yang buruk akan berpengaruh pada keadaan hari yang buruk pula. Perasaan yang baik akan membantu kita dalam segala hal, mulai dari rasa percaya diri hingga kemampuan menyelesaikan banyak hal.

Awalilah pekerjaaan dengan menyelaraskan pikiran dan hati nurani, bekerja keras adalah bagian dari fisik, bekerja cerdas adalah bagian dari otak, sedangkan bekerja ikhlas adalah bagian dari hati. Apapun aktifitas dan pekerjaan kita, hendaknya bermodalkan kejujuran.
Karena semua agama sesungguhnya mengajarkan kejujuran di dalam bekerja. Menurut Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi. Seseorang yang bekerja dengan orang lain, maka ia seharusnya berbuat jujur di dalam kerjanya. Dia tidak mau menipu, memperdaya, bersumpah palsu, dan membujuk di dalam berbagai hal apapun. Bekerja dengan orang lain –atau dalam ruang publik—sudah melayaknya mengedepankan kejujuran. Melalui kejujuran tersebut, maka akan menghasilkan trust yang sangat dibutuhkan di dalam kegiatan bekerja bersama.
Konsep Kejujuran Bekerja
Nabi Muhammad pada lebih dari empat belas abad lalu telah mengajarkan konsep kejujuran (al-amin). Yaitu setelah iman, prioritas pertama kita adalah membangun kredibilitas diri. Efeknya akan timbul komitmen. Hal inilah yang dilakukan Nabi dalam berdakwah. Kredibilitas diri beliau sungguh sangat mengagumkan, sehingga banyak yang tertarik, dan berkomitmen pada Islam.
Menurut beliau, minimal ada tiga sebab sehingga seseorang dapat disebut kredibel, yaitu; pertama, jujur dan terpercaya. Orang jujur itu adalah orang yang merdeka, tidak takut dengan siapa pun, bebas mengatakan serta berbuat benar. Sedangkan pendusta, dalam hidupnya ia seperti terpenjara. Karena dalam bekerja, memiliki modal uang bukanlah hal utama, tetapi kejujuran adalah modal terpenting. Jika kita jujur, Insya Allah pasti akan banyak orang yang percaya meminjamkan modalnya kepada kita atau pun mempekerjakan kita dalam tim mereka.
Kedua, orang kredibel juga adalah orang yang cakap. Orang-orang akan puas dengan apa yang dikerjakannya. Begitu pun Nabi Muhammad, semua orang yang bertemu beliau, merasa puas dengan kinerjanya, yaitu janjinya ditepati, jujur, dan amanah. Seharusnya, kita senantiasa dapat menambah keilmuan tentang pekerjaan yang kita geluti, agar kualitas pekerjaan (amal) kian meningkat.
Ketiga, kredibilitas juga diperoleh jika kita pandai berinovasi atau kreatif. Jaman terus berubah, orang-orang bergerak maju ke depan. Andai kita tidak berubah, lambat bergerak, kita pasti akan tertinggal, terpinggirkan oleh mereka yang kreatif dan inovatif. Apalagi setiap orang pasti senang dengan hal-hal baru. Untuk itulah, kita sekuat tenaga harus mengembangkan diri, terus menambah ilmu, agar berbuat pekerjaan yang kreatif dan inovatif bagi sesama.
Kenapa Kita Harus Bekerja Dengan Jujur?
Ketika memandang hidup di dunia, kita memang harus bekerja sekuat tenaga. Bahkan, seperti yang disebutkan dalam sebuah hadits, kita beramal duniawi seolah-olah akan berumur panjang. Di saat yang sama, kita pun harus sadar seandainya esok kita meninggalkan dunia ini. Nabi Muhammad juga telah menyebutkan bahwa orang cerdas adalah orang yang paling banyak mengingat mati dan mempersiapkan diri menghadapinya Sehingga setiap waktu, selalu dijaga niat dan amal yang terbaik.
Bukankah ada orang yang sudah diberkati dengan pekerjaan sebagai sarana penyejahteraan keluarganya, tetapi bekerja dengan setengah hati, karena belum
dibayar sesuai dengan yang dianggapnya pantas atau hanya karena pekerjaan tersebut dinilai secara pribadi kurang mempunyai bargaining dalam lingkungan dimana dia hidup.
Sedangkan pada saat yang sama, ada saudara kita yang lain, yang mencari kerja, dan sudah lama melamar ke sana ke mari dan bersedia melakukan apa pun dengan serajin-rajinnya, bersedia untuk dibayar dengan apa pun, tetapi tidak ada yang bersedia memberinya pekerjaan.
Meminjam bahasa dar sang motivator, Mario Teguh; seseorang yang sudah memiliki pekerjaan, tetapi tidak bekerja sepenuh hati dan tidak jujur adalah orang yang tidak bersyukur dan kejam. Tidak bersyukur, karena dia menyepelekan awal baik yang diberikan oleh Tuhan sebagai tangga menuju kesejahteraan yang besar, jika dia bersedia bekerja keras dalam kejujuran. Dan kejam, karena ada banyak sekali jiwa-jiwa jujur dan rajin yang sangat membutuhkan pekerjaan, tetapi yang tidak tersedia tempat baginya, karena telah diduduki oleh orang yang bekerja setengah hati itu.

Kedisiplinan

Kedisiplinan berasal dari kata disiplin yang berarti ta’at dan patuh terhadap suatu peraturan yang yang berlaku, dan mendapat imbuhan ke-dan-an jadi kedisiplinan bisa diartikan suatu sikap yang taat dan patuh terhadap suatu peraturan yang berlaku, tanpa suatu adanya peraturan maka tidak akan tercapailah suatu kedisiplinan , dengan adanya suatu peraturanakan melatih seseorang untuk disiplin dalam segala hal , dan dengan sikap yang selalu disiplin membuat seseorang berhasil dengan apa yang seseorang tersebut impikan itulah sebabnya kedisiplinan adalah modal utama suatu keberhasilan.
Untuk mencapai suatu keberhasilan seseorang harus mulai hidup disiplin , kedisiplinan harus dimulai dari kecil , agar di saat dewasa nanti seseorang tersebut biasa mencapai suatu keberhasilan. Dan kedisiplinan dapat dimulai dari lingkungan keluarga , kemudian lingkungan sekolah dan lingkungan desa / masyarakat . kedisiplinan di lingkungan keluarga dimulai dari bangun setiap pagi , kemudian sholat subuh dan bersiap kesekolah , serta taat mengerjakan sholat lima waktu.
Untuk mencapai kedisiplinan di lingkungan keluarga maka harus  dibuat suatu peraturan di lingkungan keluarga , dibuat oleh seluruh anggota keluarga dan dipatuhi oleh seluruh anggota keluarga. Jika ada satu dari anggota keluarga yang melanggar aturan tersebut maka anggota keluarga harus di hukum dan hukumannya juga berasal dari keluarga itu sendiri.
Sedangkan peraturan dilingkungan sekolah dibuat oleh pihak sekolah. Peraturan dilingkungan sekolah ini lebih ketet dari pada lingkungan keluarga dan di lingkungan desa atau masyarakat. Karena peraturan di sekolah ini melatih siswa agar hidup disiplin di lingkungan masyarakat.
Contoh peraturan di sekolah adalah :
  1. Masuk sekolah pukul 07.00 Wib dan pulang pukul 12.45 Wib
  2. Melaksanakan upacara bendera setiap hari senin
  3. Mengikuti kegiatan extra kulikuler yang di adakan di sekolah.
Bagi kebanyakan para siswa peraturan memang menyebalkan, dan sulit diterapkan jangankan disekolah dirumah saja mereka malas melakukan sholat, membantu orang tua.
Contoh peraturan di lingkungan masyarat adalah dengan mematuhi peraturan yang dibuat oleh kepala desa dan perangkatnya.
Contoh kedisiplinan di lingkungan masyarakat adalah dengan melaporkan kepada kepala RT jika ada warga yang meninggal dunia atau jika ada warga asing yng menginap lebih dari satumalam di rumah salah satu penduduk dan masih banyak peraturan yang lain yang di buat oleh masyarakat untuk melatih warganya agar dapat hidup disiplin dan berhasil dalam segala hal.
Contoh lain peraturan yang dapat membuat seorang siswa hidup disiplin adalah :
Disebuah sekolah yang luas dan megah terdapat di tepi jalan raya Gembong yaitu SMP Negeri 3 ( tiga ) Babat. Sekolah ini memiliki banyak kegiatan Ekstra kulikuler seperti , pramuka ,BCTA dan lain – lain , di sisi lain banyak anak yang melanggar seperti kegiatan pramuka yang di adakan pada hari jum’at, murid-murid SMP Negeri 3 ( tiga ) jarang sekali melakukan kedisiplinan mereka saling terlambat hingga akirnya mereka mendapat sangsi meskipun kedisiplinan itu telah diberitahukan tetap sering dilanggar tak kalah lagi mereka sering tidak mengerjakan PR, mengganggu teman yang sedang belajar .
di sebuah kelas yang terkenal dengan tidak kedisiplinannya yaitu kelas 8A yang sering membuat gaduh atau onar dan masalah hingga akirnya satu kelas mendapat hukuman. Yang sering membuat gaduh dan tidak disipllin itu adalah anak di bangku No. 4, tidak membedakan laki – laki atau perempuan anak itu sering membuat gaduh , cara  berpakaian mereka bajunya sering di keluarkan , datang terlambat tidak pernah mengerjakan PR, mengganggu dan menggoda anak      laki – laki tapi meskipun sikapnya tidak disiplin di memiliki rasa malu dengan seorang cowok yang duduk di bangku No. 2 karena anaknya cerdas, disiplin dan pendiam karena anak ini sering melaksanakan peraturan yang ada di sekolah maupun di kelas dia tidak pernah terlambat. Selalu mengerjakan PR, tidak pernah bertengkar , mematuhi perintah Bapak Ibu guru.
Seharusnya itu yang perlu di contoh karena kedisiplinan adalah modal keberhasilan tapi mengapa mereka sering melanggar peraturan yang ada di sekolah. Disaat pelajaran PKN jam pelajaran pertama pelajaran hari senin setelah upacara , anak anak kelas 8A masih berkeliaran di depan kelas dan tidak memperdulikan bel masuk. Lalu guru itu datang dan anak anak saling berdesakan untuk masuk, setelah masuk guru itu menegur dengan suara pelan tapi masih saha tudak diperhatikan.
Lalu guru itu mengeluarkan suara keras sambil memanggil nama-nama siswa yang diperhatikanya selalu bergurau, siswa-siswa yang di panggilnya memang sering tidak memperhatikan guru yang mengajar, sering bicara sendiri, juga sering melanggar peraturan sekolah. Kemudian mereka dibawa ke BK supaya mereka mengerti arti disiplin dalam lingkungan sekolah, setelah dari BK mereka sadar gara-gara ulah mereka semua kelas terlibat mulai saat itu mereka memperbaiki sikap.
Dari contoh kejadian-kejadian yang saya tulis diatas dapat kita tarik suatu kesimpulan bahwa disiplin bisa diterapkan kepada seseorang yang nakal apabila seseorang tersebut mendapatkan sanksi yang membuat jera karena melakukan pelanggaran peraturan dan diharapkan tidak akan mengulanginya lagi kesalahan-kesalahanya. Peraturan yang di buat harus ada sanksi-sanksinya apabila tanpa sanksi bagi yang melanggar peraturan maka tidak akan dipatuhi peraturan tersebut.
Untuk supaya semua siswa mematuhi peraturan maka didalam peraturan sekolah terdapat sangsi-sangsi kepada siswa yang melanggar peraturan. Apabila tidak ada sangsi-sangsi jika tidak disiplin maka peraturan tersebut tidak terlaksana sesuai dengan keinginan, dan jika suatu peraturan dilaksanakan dengan baik akan membuat seseorang tersebut hidup disiplin.
Dan jika seseorang hidup secara disiplin maka dia pasti berhasil, sukses, dan tercapai cita-citanya karena suatu keberhasilan harus disertai kedisplinan, dan kedisiplinan tidak terlaksana jika tidak ada peraturan, serta suatu peraturan juga tidak akan dita’ati apabila tidak ada sangsi-sangsi pelanggaran peraturan.
Oleh karena itu sangsi-sangsi, peraturan, dan kedisiplinan sangat erat hubunganya dengan suatu keberhasilan. Dengan demikian kedisiplinan adalah modal utama suatu keberhasilan.

Pendidikan yang luas


Pendidikan merupakan hal yang terpenting dalam proses pembangunan suatu daerah atau suatu wilayah, khususnya bagi daerah yang sedang mengalami perkembangan dan ingin menjadi daerah yang lebih maju. Karena jika SDA melimpah tetapi SDM ataupun pendidikannya kurang, maka SDA tersebut tidak ada gunanya karena SDA tersebut tidak ada yang mengelolanya.

Aceh merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang terletak di ujung Pulau Sumatera. Aceh merupakan suatu wilayah yang kecil yang sedang berkembang. Walaupun Aceh dikenal sebagai daerah yang masih berkembang, tetapi sebenarnya Aceh memiliki Sumber Daya Alam yang melimpah ruah, hanya saja SDM yang dimiliki oleh Provinsi masih begitu kecil. Walaupun begitu, jika dilihat perkembangannya selama ini Aceh sudah mengalami perkembangan yang sangat pesat dibandingkan dengan sebelumnya. Sehingga dengan adanya pekembangan yang pesat tersebut, maka pendidikan di Aceh pun sekarang sudah mulai berkembang menjadi lebih baik. Misalnya sekarang di Aceh sudah banyak kita lihat sekolah-sekolah yang sudah Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) ataupun sudah Sekolah Bertaraf Internasional (SBI), sehingga pendidikan yang terdapat di sekolah tersebut sudah menggunakan sistem yang bertaraf Internasional, seperti sekolah-sekolah tersebut harus menjalankan proses pembelajarannya dengan menggunakan bahasa bilingual yang minimalnya yaitu menggunakan 2 bahasa. Tetapi, di beberapa sekolah sudah ada yang menggunakan 3 bahkan sampai 4 bahasa dalam proses pembelajarannya.
Walaupun Aceh sudah memiliki pendidikan yang sudah berkembang pesat, tapi itu belum sepenuhnya menjamin bahwa kualitas yang dimiliki tersebut sudah baik. Karena jika dibandingkan dengan kota-kota maupun provinsi yang lainnya pendidikan di Aceh masih tergolong pendidikan yang kualitasnya masih rendah.


Pimpinan Yang Baik

Semua orang memiliki kesempatan untuk menjadi seorang pemimpin, namun tidak semuanya mampu menjadi pemimpin yang baik. Menjadi seorang pemimpin bukan suatu hal yang mudah, karena segala sesuatu yang dijalankannya akan menjadi panutan bagi para karyawannya.
Tidak sedikit pemimpin yang gagal dalam menjalankan perannya, bahkan banyak pula pemimpin yang tidak disenangi oleh para karyawannya hanya karena kebijakannya kurang tepat. Oleh karena itu penting bagi seorang pemimpin untuk mengetahui tips sukses menjadi pemimpin baik, berikut informasinya :
  • Harus memiliki tujuan
Seorang pemimpin yang bak, harus memiliki visi dan misi, serta tujuan yang jelas. Ibarat sebuah kapal, seorang pemimpin adalah nahkoda yang memiliki tujuan kemana kapal tersebut akan berlabuh. Selanjutnya pemimpin yang baik wajib menyampaikan tujuan, visi dan misinya kepada seluruh anggota. Agar karyawan memiliki motivasi untuk mencapai target yang sama, sehingga pemimpin bisa memberikan bimbingan untuk menggerakan timnya menuju tujuan yang telah ditentukan.
  • Memiliki karakter yang kuat
Biasanya pemimpin yang sukses memiliki karakter yang kuat. Selalu berani mengambil tantangan, dan yakin bahwa resiko yang diambilnya akan memberikan keuntungan bagi timnya. Walaupun tak jarang pemimpin ini banyak dicela orang, karena keberaniannya mengambil resiko. Namun jangan salah, pemimpin ini selalu berpikir untuk memberikan inovasi ke depan, agar timnya berhasil menjadi pionir bukan menjadi follower.
  • Sigap dan selalu fokus
Pemimpin baik akan cepat bertindak dalam segala hal, baik dalam kondisi mendesak maupun kondisi normal seorang pemimpin harus bisa mengambil keputusan dengan tepat dan cepat.
Disamping itu pemimpin juga harus fokus terhadap tujuannya, pisahkan antara prioritas utama dengan prioritas jangka panjang. Ini sangat penting, karena berpengaruh terhadap kerja tim. Jangan sampai mereka bingung, tugas mana yang menjadi target utama untuk mereka selesaikan. Sigap terhadap perubahan lingkungan memang penting, namun jangan sampai melupakan fokus utama Anda.
  • Kenali kelebihan dan kekurangan tim
Sebelum mengenali kelebihan dan kekurangan tim, sebaiknya seorang pemimpin berbesar hati untuk mengakui kekurangan dan kelebihannya dalam memimpin. Jangan sampai menjadi pemimpin yang angkuh dan tidak mau mengakui kesalahannya, karena akan memberikan contoh buruk bagi para anggotanya. Disamping itu kenali kelebihan dan kekurangan masing – masing anggota tim, ini bertujuan untuk mengembangkan potensi para anggota sesuai dengan kelebihan yang mereka miliki.
  • Rendah hati
Walaupun seorang pemimpin jabatannya lebih tinggi, namun bukan berarti tidak bisa membaur dengan anggota tim. Sempatkan waktu untuk turun langsung melihat anggota tim, dan mengenal masing – masing anggota untuk mempermudah komunikasi antara karyawan dan pemimpin.  Hubungan komunikasi yang baik antara bawahan dan atasan, akan memperlancar kerjasama dan meningkatkan loyalitas anggota tim.
  • Dengarkan dan berikan pengakuan bagi anggota tim
Ada kalanya seorang pemimpin belajar mendengarkan pendapat dari anggota timnya, agar pimpinan tidak memutuskan segala hal secara sepihak yang memungkinkan para anggota sebenarnya tidak sepaham dengan keputusan pimpinan. Dan yang terakhir berikan pengakuan atas kontribusi yang telah diberikan oleh anggota tim Anda. Tunjukan  bahwa Anda menghargai kerja keras mereka.
Sekian tips sukses menjadi seorang pemimpin yang baik, semoga informasi motivasi bisnis tersebut dapat membantu para calon pemimpin untuk menentukan sikapnya dalam menjalankan tugas dan wewenangnya. Salam sukses

Belajar Dari Kegagalan

Kegagalan merupakan label yang seringkali kita hubungkan dengan suatu tindakan yang tidak berhasil dan begitu diterapkan, label ini membuat kita dikatakan orang yang tidak mampu. Hal ini menurunkan semangat kita untuk menjadi orang yang sukses. Pada saat kita masih kecil, kegagalan tidak mempunyai makna, karena kita tidak mempunyai konsep “kegagalan”. Jika kita memiliki konsep kegagalan, maka kita tidak akan dapat berbicara, tidak akan dapat menulis dan tidak akan dapat berjalan. Karena untuk berbicara, menulis dan berjalan harus melalui kegagalan yang tak terhitung jumlahnya. Demikian juga dalam dunia bisnis juga dapat meniru kegagalan kita di masa kecil dan kita dapat belajar dari kegagalan tersebut.
Coca-Cola mengalami kegagalan pada tahun pertama penjualannya. Penjualan dilakukan dengan menempatkan Coca-Cola pada tempat minuman di Apotek dan menghabiskan dana 73,96 dolar untuk melakukan promosi lewat spanduk dan kupon iklan. Kegagalan tersebut membuat Coca-Cola membuat kesadaran adanya media lain, yaitu media massa yang mempunyai kekuatan lebih disbanding media lainnya saat itu dan mempromosikan Coca-Cola dengan suasana kegembiraan.
Matsushita memproduksi untuk pertama kali adalah adaptor steker. Adaptor ini sesungguhnya telah diusulkannya kepada majikannya terdahulu tetapi tidak memperoleh tanggapan. Untuk membuat produk ini, Matsushita bersama empat kawannya membutuhkan waktu empat bulan. Setelah produk ini jadi, ternyata tidak seorangpun mau membeli produk ini.
Pada tahun 1993, Compaq yang pada saat itu sebagai pemimpin pasar penjualan PC, melalukan pemotongan harga untuk menyaingi Dell. Hasilnya Dell Computer menderita kerugian 65 juta dolar pada enam bulan pertama, yang menyebabkan hampir bangkrut. Dell belajar dari kegagalan ini. Ia mencoba mencari cara lain untuk menjual komputer. Akhirnya Dell melakukan perubahan yang sangat mendasar dalam proses bisnisnya yang disebut rekayasa ulang. dalam bisnisnya dengan mengenalkan E-Commerce. Pada 1999, Dell dapat menjual 1,7 juta dolar per hari lewat situs E-Commercnya. Saham Dell naik 2000 persen dalam dua tahun. Dell mampu bersaing dengan perusahaan berkelas dunia seperti IBM, Compaq, HP, dan Bell-Nec. Bahkan pangsa pasar dan keuntungannya terus meningkat dan akhirnya menjadi penjual PC terbesar di dunia.
Ketika saya memulai usaha bersama kawan-kawan, sayapun mengalami kegagalan yang berulang ulang. Diawali dengan kegagalan saya menjadi Salesman Buku, Salesman telex lewat telepon, dan Salesman bahan pengkilap mobil. Primagama yang hanya mendapatkan 2 siswa pada hal telah melakukan promosi yang cukup gencar. CV. Wijaya, yaitu perusahaan yang melayani jasa perawatan mobil yang akhirnya mati. Demikian juga memulai usaha pusat pendidikan komputer “IMKI”, hanya mendapatkan 3 siswa serta AMIKOM hanya dipercaya oleh 6 siswa. Saya bersama kawan-kawan mencoba untuk belajar dari kegagalan, kemudian melakukan koreksi dan mecoba memperbaikinya untuk meraih keberhasilan

Manajer

Manajer adalah pemimpin perusahaan. Dia adalah leader sekaligus pengarah setiap kebijakan dalam sebuah bisnis. Umumnya dia mempunyai ruangan khusus, duduk di kursi besar, dengan telepon dan komputer di atas meja. Pakaiannya pun perlente (perkecualian untuk Pak Bob Sadino). Tapi tidak begitu dengan manajer di beberapa perusahaan di Jepang.
Berikut ini sekedar gambaran dunia usaha di Jepang yang saya kisahkan dari dua tempat saya melakukan kerja sambilan saat ini, karena harus membiayai kuliah.
Saya mulai bekerja di dua bisnis hampir secara bersamaan 8 bulan yang lalu. Keduanya adalah Mister Donut (MD), perusahaan franchise yang memiliki cabang di hampir seluruh kota di Jepang, dan Restoran Thailand berkelas menengah, Siam Garden (SG). Manajer MD di toko kami, seorang laki-laki kecil tetapi sangat gesit, sedangkan manajer saya di SG, seorang wanita yang tegas. Keduanya masih muda, berumur 30 tahunan.
Sebagai mahasiswa asing, saya diperkenankan bekerja selama 28 jam per minggu setelah mendapatkan surat rekomendasi dari kantor Imigrasi. Surat ini harus saya tunjukkan ketika melamar kerja.
Sebelum memulai kerja, saya mengikuti training. Sistem training di MD lebih rapih dan terkoodinir. Ini bisa dimaklumi karena MD adalah perusahaan besar. Hari pertama saya diminta memakai seragam MD dan diajak menonton video sejarah MD. Setelah itu Pak Manajer menunjukkan buku panduan peraturan bagi pekerja part time (arubaito), termasuk gaji. Sebagai trainee saya mendapat 800 yen per jam, plus transport 400 yen, dihitung sejak training. Gaji ini akan meningkat menjadi 850 yen setelah saya bekerja tanpa pembimbingan. Beliau juga memberikan buku panduan tentang pembuatan segala produk MD. Training hari itu berlangsung satu setengah jam, dengan PR saya harus menghafalkan kalimat perkenalan dalam bahasa Jepang yang sangat sopan, juga menghafal nama-nama donut.
Training ke-2 sekaligus dianggap kerja, dengan tugas pertama, membersihkan ruangan pelayanan hingga toilet, mengepel lantai, melap kaca jendela, plus menata meja, menyalakan semua mesin, termasuk mesin kasir, menata donut dan memasang harga2 nya. Saya bawa `krepekan` (contekan) karena belum hafal nama-nama donut yang ada lebih dari 20 jenis. Hari itu saya bekerja 2 jam, dari jam 06.15 hingga jam 08.15, dan tidak sendirian tapi dibimbing oleh seorang pekerja senior.
Training hari selanjutnya, tugas sama persis, dan masih didampingi. Pendampingan masih terus berlangsung hingga 5 kali training. Selama kurang lebih 3 bulan saya mengerjakan pekerjaan yang sama. Karena jadwal kuliah saya di kampus mulai jam 08.45, maka saya hanya bisa bekerja di MD hingga jam 08.15, itupun tidak setiap hari. Hanya 2-3 kali dalam seminggu.
Bulan ke-4 saya mulai diajak masuk ke dapur, dengan tugas topping/finishing donut. Bimbingan langsung dari Manajer yang kami panggil Tensyu (Kepala Toko). Jangan heran, manajer di MD tidak ada yang punya ruang khusus, duduk membaca surat atau mengecek internet, tetapi mereka berseragam sama dengan kami, mengadon dan memasak sendiri donut2nya, pun berlumuran tepung dan gula.
Ada hal berharga yang saya pelajari selama bekerja di MD. Salah satunya mengenai pelayanan kepada tamu. Business di Jepang terkenal sangat menomorsatukan konsumennya, ditandai dengan ucapan/teriakan `Irasshaimase…!` yang kira-kira artinya `Selamat Datang`. Bahasa yang dipergunakan adalah bahasa dengan kesopanan paling tinggi. Contohnya untuk mengucapkan `selamat makan`, dipergunakan kalimat `go yukkuri o meshi agari kudasaimase`, yang dalam percakapan sehari-hari kita bisa mengatakan `o meshi agari kudasai `, `tabete kudasai` atau `tabete` atau yang paling kasar `tabero` (ini untuk anak2). Kemudian jika tamu hendak pulang, ucapan `arigatou gozaimashita` dengan bungkukan 45 derajat. Tidak saja bagian pelayanan (kasir) yang melakukan hal tersebu, tetapi Tensyu dari dapur pun melakukannya. Antara dapur dan ruang pelayanan terdapat jendela kecil untuk menyetor donut atau berfungsi lain sebagai space untuk mengecek kerja bagian front, ketika tensyu sedang memasak di dapur.
Yang tidak kalah menarik, adalah ucapan `sumimasen` yang berarti `maaf` yang harus kita ucapkan ketika hendak mengambil sesuatu yang akan mengganggu pekerjaan yang lain, atau ketika melakukan kesalahan. Ini sekali lagi tidak diucapkan oleh pekerja saja, tetapi juga manajer. Ketika sudah agak lama bekerja di MD, dan merasa sudah akrab dg lingkungan bekerja, saya pernah memarahi Tensyu karena beliau salah menghitung donut, tetapi dia menyalahkan saya. Mungkin baru kali ini ada kejadian bawahan memarahi manajer. Untungnya beliau tidak balik marah, malah minta maaf.
Ada satu kebiasaan juga yang sebenarnya sangat dianjurkan dalam lingkungan kerja MD, yaitu ketika ada tamu datang, atau tamu pulang, atau ketika menyetor donut baru, kita harus berteriak dengan kalimat-kalimat tertentu yang tentu saja sangat sopan. Sampai saat ini, saya tidak mau mengikutinya. Bukan karena alasan malu, tetapi satu, karena capek bekerja sambil teriak, yang walaupun kata Tensyu, bekerja sambil teriak membuat kita bersemangat terus. Alasan kedua, saya masih memegang prinsip wanita tabu berteriak-teriak, apalagi saya berkerudung. Sewaktu saya menyampaikan alasan ini kepada Tensyu, beliau sangat memakluminya.
Berdiri selama 2,3, hingga 7 jam membuat donut adalah pekerjaan yang melelahkan, tetapi bagi saya ucapan `otsukaresama deshita` , `arigatou gozaimashita` ( sama-sama capek, terima kasih banyak) yang selalu diucapkan oleh pekerja yang lain bahkan dengan membungkuk 90 derajat ala Tensyu membuat segala kepenatan itu hilang. Apalagi sembari mengantar setiap pekerjanya hingga pintu, dan mengucapkan `itterashshai` (selamat jalan), `ganbatte kudasai` (belajar yang giat), membuat saya merasa MD adalah rumah saya. Mengingatkan saya kepada mamak yang selalu melambai dan berpesan `hati-hati di jalan` , `belajar yang rajin ` , setiap saya berangkat ke sekolah dulu.
Ucapan `otsukaresama deshita` pun disampaikan ketika tensyu menyerahkan slip gaji saya dalam amplop, tentu saja tetap dengan gaya membungkuk.
Lain MD lain pula SG. Karena sebagian chef di SG adalah orang Thailand, maka kebiasaan orang Asia Tenggara masih kental sekali. Seperti , bekerja sambil mengobrol, membawa pulang makanan (Di MD, donut yang tidak laku harus dibuang, demikian pula donut yang bentuknya aneh atau toppingnya salah. Staf tidak boleh mengambilnya apalagi membeli dengan harga diskon. Bagi para staf membeli donut di bagian pelayanan akan mendapatkan diskon 50%), atau jam istirahat yang seenaknya.
Di restoran ini saya bekerja sebagai tukang cuci piring. Pekerjaan ini sebenarnya tidak terlalu berat karena menggunakan mesin. Tapi jika tamu banyak, cucian segunung, tetap saja punggung mau patah rasanya.
Adab, bahasa yang sopan tidak terlalu diutamakan di SG. Antar pegawai terbiasa memanggil dengan nama secara langsung tanpa embel-embel `san` di belakang nama kita. Training pun tidak seketat di MD. Kepada saya hanya ditunjukkan cara menggunakan mesin dan selanjutnya langsung bekerja, dengan gaji 850 yen per jam dan biaya transport 600 yen.
Atmosfer bekerja yang berbeda sangat saya rasakan di kedua tempat ini. MD dengan adab kesopanannya, SG yang bergaya santai tetapi tetap saja penuh suasana kekeluargaan. Saya sangat terharu jika para chef tiba-tiba datang ke tempat saya, menawarkan makanan dengan sangat sopan atau bahkan membekali saya makanan untuk pulang. Mereka tahu saya mahasiswa yang jarang makan makanan enak dan mahal ala restoran. hehehe….tengkyu ! Tetapi keduanya memiliki manajer (orang jepang) yang berkarakter sama, yaitu ikut bekerja langsung. Manajer saya di SG bahkan menggantikan saya mencuci piring jika saya terlambat datang.
Banyak kasus yang dialami oleh pekerja muslim di Jepang, khususnya TK yang dikirim illegal oleh jasa TKI dari negara kita. Beberapa di antaranya larangan untuk puasa atau tidak ada jam sholat. Atau tidak ada tunjangan kesehatan. Alhamdulillah saya tidak mengalami ini di MD dan SG. Tensyu di MD bahkan memberi saya kesempatan istirahat lebih untuk sholat dhuhur, bahkan sewaktu ramadhan, dengan sangat prihatin berkali-kali beliau menyuruh istirahat. Manajer saya di SG pun sangat toleran dengan makanan yang saya boleh makan, hingga ada menu khusus sea food untuk saya yang muslim (saya bekerja malam hari di SG dan makan malam di sana).
Menurut saya, jika status kita jelas, maka peraturan yang berlaku untuk kita pun semuanya jelas, jika kita berada di Jepang, dan jangan khawatir hukum Jepang tidak memandang bulu, berlaku sama untuk orang manapun. Manajer yang perusahaannya terdaftar wajib mengikuti aturan ini, termasuk memberikan asuransi kepada pegawainya dan mengatur pembayaran pajak penghasilannya. Jika ada masalah, apapun masalahnya, asalkan mau dibicarakan dengan baik-baik, maka pasti ada jalannya.

Sekretaris

Sekretaris adalah sebuah profesi administratif yang bersifat asisten atau mendukung. Gelar ini merujuk kepada sebuah pekerja kantor yang tugasnya ialah melaksanakan perkerjaan rutin, tugas-tugas administratif atau tugas-tugas pribadi dari atasannya. Pekerja atau karyawan ini biasanya melakukan tugas-tugas seperti mengetik, penggunaan komputer dan pengaturan agenda. Mereka biasanya bekerja di belakang meja. Sebagian besar sekretaris adalah wanita.

Berpenampilan Menarik

Banyak orang berkata, "just be yourself", jika Anda ingin mendekati wanita. Menurut mereka penampilan Anda tidaklah penting dalam hal romansa. Konon katanya, hati Anda adalah yang terpenting, jadi meskipun Anda berpenampilan tidak menarik wanita tetap bisa melihat isi hati Anda. Jadi tampilah apa adanya, tidak perlu bersusah payah ini dan itu.
Ah, andaikan dunia memang sesimple itu..
Sayangnya, sobat, pendapat itu sama sekali tidak benar. Dalam realita yang sesungguhnya, penampilan SANGAT berpengaruh. Tentu ada faktor-faktor penting lainnya yang tidak bisa Anda abaikan, tapi masalahnya, jika penampilan Anda tidak menarik di mata wanita, dari awal mereka akan menolak Anda bahkan sebelum Anda dapat berkata apa-apa.
Seperti kata Cygnus 'the Legend': "Penampilan bukanlah segalanya, tapi segalanya berawal dari penampilan.." Dan saya setuju dengannya seratus persen.
Untuk memikat hati wanita dan mendapatkan kesuksesan dalam kehidupan romansa, seorang pria harus dapat menunjukkan kualitas yang dapat membuatnya lebih bersinar dibanding pria lainnya, seperti: kepribadian Anda, kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi, pergaulan sosial dan hal-hal lainnya.
Satu hal yang jarang disadari oleh pria adalah, Anda dapat menunjukkan kualitas-kualitas tersebut hanya lewat penampilan Anda. Yang perlu Anda lakukan hanyalah menembus tembok penghalang di kepala Anda yang selalu berkata, "Ah, saya tidak perlu berpenampilan seperti itu. Yang penting adalah tampil apa adanya..", atau, "Saya takut dianggap sok trendy.." Kebanyakan pria membatasi diri mereka bahkan sebelum mereka mencoba hal-hal baru.
Atau ilusi yang lebih parah lagi yang sering dikumandangkan para pria dalam hatinya, "Saya hanya menginginkan wanita yang menerima saya apa adanya.." Dengan pikiran seperti itu Anda jadi memiliki alasan untuk tetap berpakaian lusuh, kebesaran, gak matching dan outdated. Tapi kalau dipikir-pikir, alasan seperti itu rasanya sungguh tidak fair, karena Anda pun pasti menginginkan wanita yang berpenampilan menarik, fashionable dan enak dilihat.
Anda tidak menginginkan wanita yang tampila apa adanya, tapi Anda ingin agar wanita menerima Anda yang berpenampilan Apa adanya! This is madness!
Jika saya melihat lima tahun kebelakang dan mengingat bagaimana cara saya berpenampilan, saya dapat melihat diri saya MENSABOTASE diri sendiri dan semua usaha saya untuk mendapatkan kehidupan romansa yang saya inginkan. Saya ingin dekat dengan banyak wanita, namun cara saya berpenampilan membuat mereka il-feel, tidak tertarik, dan malas bergaul dengan saya. Sebenarnya jawabannya sudah ada di kepala saya, namun waktu itu saya tidak pernah melakukan apa-apa.
Saya mungkin bukan jenius seperti Jet, Kei dan Lex, tapi selama beberapa tahun ini saya dikelilingi oleh mereka yang sudah mempelajari dinamika sosial, psikologi dan filosofi selama bertahun-tahun. Hal tersebut memberi efek yang positif. Saya belajar menjadi orang yang berpikir kritis. Namun, entah mengapa saya begitu buta sampai tidak dapat melihat bahwa untuk mendapatkan kehidupan romansa yang diinginkan, SAYA HARUS MENGUBAH PENAMPILAN SAYA TERLEBIH DAHULU.
Satu hal yang saya temukan. Seperti banyak pria lainnya, saya memiliki lapisan-lapisan ilusi yang menghalangi saya untuk dapat melihat kenyataan yang sebenarnya terjadi dalam dunia romansa. Saya menyadari bahwa setiap orang memiliki ilusi versi mereka masing-masing. Ini adalah hasil dari pola pikir yang ditanamkan sejak kecil selama bertahun-tahun oleh lingkungan sosial kita. Kei dulu pernah sedikit membahas tentang hal ini di blog. Dan memang hampir mustahil untuk menghindari pengaruh ini, tapi Anda dapat mengidentifikasi hal ini dan melakukan sesuatu jika Anda INGIN berubah.
Salah satu dari pola pikir yang salah ini adalah mental 'MAIN AMAN'. Coba ingat-ingat ketika jaman SD/SMP/SMA dulu. Setelah guru Anda selesai menerangkan pelajaran dan membuka ruang tanya jawab, "Sudah jelas semua? Ada yang ingin bertanya?" Apa yang terjadi? Anda dan hampir semua teman-teman Anda tertunduk dan terdiam hening. Padahal mungkin Anda sangat ingin bertanya saat itu, tapi Anda memutuskan untuk tidak macam-macam agar tidak dipermalukan oleh teman-teman. Anda 'MAIN AMAN'.
Tanpa Anda sadari, sejak saat itu terbentuk mental 'MAIN AMAN' dalam diri dan kepribadian Anda, yang akhirnya terbawa hingga Anda dewasa. Saya yakin, pasti seringkali kejadian serupa terjadi bahkan ketika Anda sudah menginjak bangku kuliah atau dalam meeting perusahaan ketika Anda sudah menjadi seorang profesional.
Hal ini memang normal, hanya saja jika Anda memiliki mental seperti ini, Anda akan membatasi diri Anda hanya karena takut terluka dan dipermalukan. Anda merasa nyaman dalam kotak kecil Anda. Anda takut pada sebuah perubahan. Padahal perubahan bisa saja memberikan sesuatu yang baik bagi Anda. Dan dalam hal romansa dan berpenampilan, prinsip yang sama pun berlaku.

Tips Menjadi Orang Sukses

Hal pertama yang harus dijadikan pegangan untuk meraih kesuksesan menurut Johan yan adalah miskin itu dosa(poor is sin).Mengapa?karena dalam kondisi miskin,seseorang akan merasa terbatas,bahkan bisa membuat seseorang berbuat dosa untuk mengejar harta dengan cara yang tidak sesuai dengan ajaran Agama seperti mencuri,mermpok,korupsi dan sejenisnya.
Selain itu,dalam kondisi miskin seseorang sulit untuk membantu orang lain dalam Finansial,maupun keterbatasan-keterbatasan lainnya yang sulit untuk menjadi berkat.kita bisa berniat membuka peluang usaha atau bekerja halal lainnya,karena sebuah langkah besar telah diraih untuk merubah nasib sekaligus ekonomi.
Jurus-Jurus sukses dalam bekerja:
sukses
man-success-sign

  • Jangan pernah mengejar uang,namun biarlah uang mengejar kita.Seseorang bekerja bukan hanya karena berfokus pada uang semata,namun ketika siapapun bekerja dengan baik,kondisi keuangan tentunnya juga akan semakin baik sehingga bagian dari konsekuensi pekerjaan.
  • Bekerja adalah Ibadah,buatlah hidup menjadi mulia.dimana saja,Tuhan akan selalu mengawasi anda.Apapun profesi anda,jangan pernah memandang rendah.karena pekerjaan yang anda lakukan adalah sesuatu yang mulia bagi keluarga dan tentunya diri kita sendiri.jadi,anggaplah bekerja itu ibadah ,Tuhan ada dimana-mana,bukan hanya ditempat ibadah.bila anda tidak diawasi atasan/bos bukan berarti anda bekerja semaunya,termasuk melakukan hal yang merugikan seperti mencuri,merusak barang lainnya.Ingat,Tuhan akan selalu mengawasi kita.
  • Memberi nilai tambah pada suatu pekerjaan.Ketika seseorang bekerja dengan baik,maka sudah hal mutlak bila akan memperoleh penghargaan dari atasan.Atasn tentu saja tidak akan rugi memberi Bonus kepada anda.
  • Beri ciri khas sendiri pada suatu pekerjaan Anda.anda memberi ciri khas pada pekerjaan yang dilakuakan.misalnya dengan keahlian yang anda miliki.
  • Lakukan hal kecil sebelum memulai hal yang besar,lakukan dengan penuh tanggung jawab.Saat bekerja dimanapun tempatnya,siapapun menginginkan hal yang besar.misal membeli rumah mewah,mobil mewah,menyekolahkan anak dan menyukupi semua kebutuhan keluarga.Hal tersebut diatas tentu saja mustahil dilakukan bila Anda tidak memulainya dengan hal yang kecil.misal bangun pagi dan memulai pekerjaan dengan semangat.sehingga atasan akan senang,tentu saja bonus atau naik jabatan telah menunggu anda.
  • Menyerahkan semua kepada Tuhan.sekali lagi,manusia hanya bisa berusaha dan hanya Tuhan yang menentukan langkah keberhasilan Anda.jangan lupa dalam bekerja apapun profesinya,apapun agama yang dianutnya,berdoa agar selalu mendapat berkah saat bekerja.
  • Semangat dan pantang menyerah

SELAMAT MENCOBA

Sekretaris yang Baik

Secara professional, ada sejumlah syarat seorang sekretaris yang baik.
  1. Personality. Di antaranya sabar, tekun, disiplin, tidak cepat menyerah, berpenampilan baik, jujur, loyal, pandai berbicara, sopan dan bisa menjaga image perusahannya.
  2. General Knowledge. Memiliki kemampuan memadai terhadap segala sesuatu perubahan dan perkembangan yang terjadi, terutama yang berkaitan dengan aktivitas organisasi.
  3. Special knowledge. Memiliki pengetahuan yang berkaitan khusus dengan posisinya sebagai seorang sekretaris.
  4. Skill and technic, di antaranya meliputi kemampuan mengetik, koresponednsi, stenografi (sekarang bukan syarat mutlak) dan kearsipan.
  5. Practice, kemampuan melaksanakan tugas seharu-hari seperti menerima telepon, menerima tamu, menyiapkan rapat, membuat agenda pimpinan dll/

Kamis, 03 November 2011

tips sukses dalam dunia keja

1. Berikan impresi positif di hari pertama bekerja
Hal ini perlu selalu Anda camkan dalam hati. Anda tidak perlu tampil dengan dandanan menyolok atau bersikap sok akrab dengan orang lain. Tunjukkan sikap yang tenang dan bersahabat, serta kenakan juga pakaian yang sesuai dengan dunia kerja Anda. Berikan kesan percaya diri pada rekan-rekan kerja yang baru, sehingga mereka menyadari Anda adalah anak baru yang patut diperhitungkan. Beranikan juga memperkenalkan diri Anda pada beberapa rekan di sekitar, tanpa harus menunggu mereka yang menghampiri Anda.

2. Jadilah bagian dari tim
Namanya juga anak baru. Anda pasti perlu banyak penyesuaian dengan rekan-rekan lama. Yang jelas, jangan mencoba untuk langsung tampil jadi "superstar" di kantor -sehebat dan sepintar apa pun Anda. Terlebih dulu, Anda perlu menjadi pengikut yang baik. Setelahnya, seraplah segala hal yang perlu Anda pelajari di kantor. Jangan ragu untuk banyak bertanya dan melakukan pendekatan terhadap beberapa orang rekan yang dianggap penting bagi kemajuan kerja Anda. Selain itu, jangan sungkan juga untuk membantu mereka menyelesaikan beberapa pekerjaan. Dengan sifat ringan tangan Anda, mereka akan lebih senang mengajarkan hal-hal penting yang perlu diketahui di kantor.

3. Buktikan kemampuan dalam tiga bulan
Tiga bulan pertama adalah waktu ketika Anda akan diamati oleh atasan. Anda juga tidak tahu, bisa saja beberapa rekan dimintai tolong oleh atasan untuk ikut mengamati Anda. Dari segi keterampilan kerja, Anda mungkin belum terlalu banyak berkembang. Tapi, biasanya yang akan dinilai adalah masalah ketepatan waktu. Apakah Anda selalu datang tepat waktu atau selalu terlambat? Apakah Anda menepati tenggat waktu sesuai yang telah diberikan atasan?
Selain waktu, mereka juga akan menilai apakah Anda dapat diandalkan atau tidak. Sejauh mana Anda berkata akan mengerjakan tugas dan benar-benar menyelesaikannya? Hal ketiga yang dinilai adalah sejauh mana Anda bisa berinteraksi dengan rekan kerja lainnya.
Bila ketiga kriteria ini berhasil Anda lalui dengan baik, dijamin Anda akan bisa bertahan lama di kantor tersebut!